1.Jan Rezab (27 tahun)
Salah satu pendiri Socialbakers ini berhasil mendapatkan pendapatan sekitar US$200 juta, atau setara dengan Rp2,53 triliun (Kurs tengah BI Rp12.658) selama enam tahun. Perusahaannya yang berlokasi di Praha, Ceko tersebut bertugas sebagai analisis sosial media.
Saat ini, perusahaannya telah memiliki lebih dari 300 karyawan yang tersebar di 11 kantor di seluruh dunia dengan pelanggan sebanyak 2.500. Termasuk yang menjadi pelanggannya, antara lain Nestle, Lenovo dan Western Union.
Socialbakers merupakan perusahaan kedua Rezab. Dirinya memulai bisnis pertamanya di game ponsel, Redboss pada usia 14 tahun.
"Saya hanya terus berjuang. Sudah ada dalam DNA saya, segala sesuatu harus dikerjakan dengan cepat. Seiring dengan waktu, otak saya jadi terbiasa berpikir cepat," ujarnya.
2.Azita Ardakani (29 tahun)
Gadis cantik ini mendirikan Lovesocial pada tahun 2009, setelah memimpin strategi media sosial untuk kampanye air bersih global. Adapun pelanggannya, termasuk Converse, NPR dan TED Active Twitter. Investor pertamanya adalah eksekutif rekaman, Todd Moscowitz yang merupakan pendiri model B Corporation.
3.Evan Burns (27 tahun)
Mendirikan The Odyssey, Olympia Media Group yang merupakan perusahaan konten dan pemasaran untuk milenium pada tahun 2009. Perusahaannya memungkinkan untuk mendistribusikan konten di beberapa platform.
Hebatnya, perusahaan tersebut kini menjelma menjadi yang terbesar sebagai perusahaan media di seluruh perguruan tinggi Amerika Serikat dengan memperluas hingga 400 universitas. Pelanggannya adalah Procter & Gamble dan Red Bull Media House.
4.Corey Capasso (28 tahun)
Pendiri Nomi, perusahaan yang membantu pengecer besar memiliki askses ke web analytics yang sama seperti bisnis online. Didirikan pada tahun 2012, namun setahun kemudian sudah mendapatkan suntikan dana segar sebesar US$13 juta, atau setara dengan Rp164,55 miliar dari para investornya, seperti Accel Partners dan Greycroft Mitra.
Untuk pelanggannya lainnya, antara lain Barney dan Dallas Cowboys. Pada tahun 2014, perusahaan ini membukukan pendapatan senilai US$30 juta, atau setara dengan Rp379,74 miliar.
5.Tom Coburn (23 tahun) dan Jonathan Lacoste (21 tahun) Dua anak muda ini memulai bisnis digital marketing, Jebbit sejak menjadi mahasiswa di Boston College. Para pelanggan perusahaannya, yakni Dell, New Balance dan Harvard.
Bahkan, perusahaan mereka berhasil masuk dalam 'Top 25 Perusahaan Paling Menjanjikan di Dunia' oleh CNBC. Di 2014, pendapatannya mencapai US$400.000, atau setara dengan Rp5,06 miliar.
6.Jesse Dundon (29 tahun)
CEO Hathway, perusahaan yang berdiri pada tahun 2009 ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$6 juta, atau setara dengan Rp75,95 miliar di 2014. Dengan kantor yang berlokasi di San Luis Obispo, California dan Tokyo dan memiliki 50 karyawan.
Pelanggan utamanya, yakni Behr Cat, Applied Materials dan Transmerica. Hathway sukses menduduki peringkat 601 di 2014 sebagai pengakuan dengan perusahaan yang pendapatannya mampu tumbuh hingga 791 persen selama periode tiga tahun.
Dundon sendiri adalah anggota dari Industrial Technology, Dewan Penasehat Cal Poly.
7.Jordan Edelson (29 tahun)
Mendirikan perusahaan ponsel, Appetizer di tahun 2009. Para pelanggannya termasuk artis kenamaan AS, Kim Kardashian. Kemudian, NBA, Lady Gaga, 50 Cent dan Yankee Manajer, Joe Girardi.
Jordan telah menjadi pengusaha sejak berusia 17 tahun. Memulai usahanya, dengan mempelopori permainan video streaming Broadcasting Live dan ESports TV yang ditayangkan di Times Square, New York, AS.
8.Rob Fishman (28 tahun)
Pendiri Niche pada tahun 2013. Kini memiliki lebih dari 5.000 jaringan di 16 sosial media, seperti Instagram, Snapchat, Vine dan Tumblr. Bahkan, sudah memiliki hubungan bisnis dengan Hewlett-Packard.
Pada tahun pertamanya, Niche telah mempunyai 34 karyawan dengan pendapatan fantastis sebanyak US$9.000.000, atau setara dengan Rp113,92 miliar.
9.Matthew Gardner (29 tahun)
Matthew bergabung di perusahaan Droga5, New York sejak tahun 2010 dan kini menjabat sebagai salah satu direktur. Namanya makin terkenal setelah memiliki kemampuan untuk mengantisipasi arah budaya dan bagaimana suatu merek dapat terlibat dalam suatu perusahaan.
Melalui dirinya, Droga5 pun telah bekerja sama dengan Hennessy, Spotify dan Newcastle. Dirinya juga berhasil memenangkan dua emas dalam 'Effies Award' pada tahun 2014.
10.Jared Horowitz (29 tahun)
Memimpin tim bisnis dan kemitraan baru di Branding Brand, penyedia mobile platform yang didirikan pada tahun 2008. Buah dari kerja kerasnya, Branding Brand mampu membukukan pendapatan senilai US$12.100.000, atau setara Rp153,16 miliar pada 2013.
Dengan demikian, pendapatan tersebut naik 744 persen dari tahun 2010 yang mencapai US$1,4 juta. Para pelanggannya, yakni Insight Venture Partners dan eBay. Sebelumnya, mengawasi strategi online dan mobile di Steve Madden
Salah satu pendiri Socialbakers ini berhasil mendapatkan pendapatan sekitar US$200 juta, atau setara dengan Rp2,53 triliun (Kurs tengah BI Rp12.658) selama enam tahun. Perusahaannya yang berlokasi di Praha, Ceko tersebut bertugas sebagai analisis sosial media.
Saat ini, perusahaannya telah memiliki lebih dari 300 karyawan yang tersebar di 11 kantor di seluruh dunia dengan pelanggan sebanyak 2.500. Termasuk yang menjadi pelanggannya, antara lain Nestle, Lenovo dan Western Union.
Socialbakers merupakan perusahaan kedua Rezab. Dirinya memulai bisnis pertamanya di game ponsel, Redboss pada usia 14 tahun.
"Saya hanya terus berjuang. Sudah ada dalam DNA saya, segala sesuatu harus dikerjakan dengan cepat. Seiring dengan waktu, otak saya jadi terbiasa berpikir cepat," ujarnya.
2.Azita Ardakani (29 tahun)
Gadis cantik ini mendirikan Lovesocial pada tahun 2009, setelah memimpin strategi media sosial untuk kampanye air bersih global. Adapun pelanggannya, termasuk Converse, NPR dan TED Active Twitter. Investor pertamanya adalah eksekutif rekaman, Todd Moscowitz yang merupakan pendiri model B Corporation.
3.Evan Burns (27 tahun)
Mendirikan The Odyssey, Olympia Media Group yang merupakan perusahaan konten dan pemasaran untuk milenium pada tahun 2009. Perusahaannya memungkinkan untuk mendistribusikan konten di beberapa platform.
Hebatnya, perusahaan tersebut kini menjelma menjadi yang terbesar sebagai perusahaan media di seluruh perguruan tinggi Amerika Serikat dengan memperluas hingga 400 universitas. Pelanggannya adalah Procter & Gamble dan Red Bull Media House.
4.Corey Capasso (28 tahun)
Pendiri Nomi, perusahaan yang membantu pengecer besar memiliki askses ke web analytics yang sama seperti bisnis online. Didirikan pada tahun 2012, namun setahun kemudian sudah mendapatkan suntikan dana segar sebesar US$13 juta, atau setara dengan Rp164,55 miliar dari para investornya, seperti Accel Partners dan Greycroft Mitra.
Untuk pelanggannya lainnya, antara lain Barney dan Dallas Cowboys. Pada tahun 2014, perusahaan ini membukukan pendapatan senilai US$30 juta, atau setara dengan Rp379,74 miliar.
5.Tom Coburn (23 tahun) dan Jonathan Lacoste (21 tahun) Dua anak muda ini memulai bisnis digital marketing, Jebbit sejak menjadi mahasiswa di Boston College. Para pelanggan perusahaannya, yakni Dell, New Balance dan Harvard.
Bahkan, perusahaan mereka berhasil masuk dalam 'Top 25 Perusahaan Paling Menjanjikan di Dunia' oleh CNBC. Di 2014, pendapatannya mencapai US$400.000, atau setara dengan Rp5,06 miliar.
6.Jesse Dundon (29 tahun)
CEO Hathway, perusahaan yang berdiri pada tahun 2009 ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$6 juta, atau setara dengan Rp75,95 miliar di 2014. Dengan kantor yang berlokasi di San Luis Obispo, California dan Tokyo dan memiliki 50 karyawan.
Pelanggan utamanya, yakni Behr Cat, Applied Materials dan Transmerica. Hathway sukses menduduki peringkat 601 di 2014 sebagai pengakuan dengan perusahaan yang pendapatannya mampu tumbuh hingga 791 persen selama periode tiga tahun.
Dundon sendiri adalah anggota dari Industrial Technology, Dewan Penasehat Cal Poly.
7.Jordan Edelson (29 tahun)
Mendirikan perusahaan ponsel, Appetizer di tahun 2009. Para pelanggannya termasuk artis kenamaan AS, Kim Kardashian. Kemudian, NBA, Lady Gaga, 50 Cent dan Yankee Manajer, Joe Girardi.
Jordan telah menjadi pengusaha sejak berusia 17 tahun. Memulai usahanya, dengan mempelopori permainan video streaming Broadcasting Live dan ESports TV yang ditayangkan di Times Square, New York, AS.
8.Rob Fishman (28 tahun)
Pendiri Niche pada tahun 2013. Kini memiliki lebih dari 5.000 jaringan di 16 sosial media, seperti Instagram, Snapchat, Vine dan Tumblr. Bahkan, sudah memiliki hubungan bisnis dengan Hewlett-Packard.
Pada tahun pertamanya, Niche telah mempunyai 34 karyawan dengan pendapatan fantastis sebanyak US$9.000.000, atau setara dengan Rp113,92 miliar.
9.Matthew Gardner (29 tahun)
Matthew bergabung di perusahaan Droga5, New York sejak tahun 2010 dan kini menjabat sebagai salah satu direktur. Namanya makin terkenal setelah memiliki kemampuan untuk mengantisipasi arah budaya dan bagaimana suatu merek dapat terlibat dalam suatu perusahaan.
Melalui dirinya, Droga5 pun telah bekerja sama dengan Hennessy, Spotify dan Newcastle. Dirinya juga berhasil memenangkan dua emas dalam 'Effies Award' pada tahun 2014.
10.Jared Horowitz (29 tahun)
Memimpin tim bisnis dan kemitraan baru di Branding Brand, penyedia mobile platform yang didirikan pada tahun 2008. Buah dari kerja kerasnya, Branding Brand mampu membukukan pendapatan senilai US$12.100.000, atau setara Rp153,16 miliar pada 2013.
Dengan demikian, pendapatan tersebut naik 744 persen dari tahun 2010 yang mencapai US$1,4 juta. Para pelanggannya, yakni Insight Venture Partners dan eBay. Sebelumnya, mengawasi strategi online dan mobile di Steve Madden
Komentar
Posting Komentar